Prediksi Ihsg Hari Ini Naik Atau Turun pada perdagangan Jumat, 25 September 2026, cenderung mengarah pada skenario masih rawan turun atau bergerak volatil, terutama jika indeks gagal kembali bertahan di atas area 6.300. IHSG mengakhiri perdagangan Kamis (24/9) dengan pelemahan 1,20% atau 76,30 poin ke posisi 6.298,61. Tekanan jual juga cukup luas dengan 487 saham melemah, 198 menguat, dan 278 stagnan.
Meski tekanan jangka pendek masih dominan, peluang rebound teknikal tetap terbuka. Sejumlah analis menempatkan area 6.208–6.280 sebagai zona bawah yang penting diperhatikan, sedangkan 6.300–6.344 menjadi area awal yang perlu direbut kembali apabila IHSG ingin memperbaiki momentum. Karena itu, arah perdagangan hari ini kemungkinan sangat bergantung pada kemampuan indeks mempertahankan support dan respons investor setelah koreksi tajam sehari sebelumnya.
Prediksi Ihsg Hari Ini Naik Atau Turun Cenderung Masih Tertekan
Salah satu proyeksi terbaru datang dari MNC Sekuritas. Analisis teknikal mereka menempatkan IHSG dalam bagian wave a dari wave (x) dan memperkirakan indeks berpotensi menguji area 6.208–6.258 terlebih dahulu. Area penguatan terdekat berada pada 6.322–6.344.
BNI Sekuritas juga melihat risiko koreksi lanjutan apabila IHSG gagal menembus kembali level 6.300. Mereka memperkirakan support berada pada 6.220–6.280, sedangkan resistance terdekat berada pada 6.300–6.330.
IHSG Kemarin Ditutup di Level 6.298
Dasar utama membaca pergerakan hari ini adalah penutupan perdagangan sebelumnya. Pada Kamis, IHSG kehilangan 76,30 poin atau 1,20% menjadi 6.298,61. Pelemahan terjadi sejalan dengan tekanan pada sejumlah bursa Asia.
Saham-saham berkapitalisasi besar ikut memberikan tekanan. BMRI turun 2,86%, BBNI melemah 1,95%, BBRI terkoreksi 1,57%, sedangkan BBCA kehilangan 1,19%. Pelemahan kelompok perbankan tersebut menjadi faktor penting karena bobotnya terhadap indeks relatif besar.
Level Support IHSG Hari Ini Perlu Diperhatikan
Untuk perdagangan 25 September, beberapa proyeksi analis mempunyai area support yang relatif berdekatan. MNC Sekuritas mencatat support pada 6.267 dan 6.108, sedangkan BNI Sekuritas melihat zona 6.220–6.280 sebagai support.
Dengan posisi terakhir 6.298,61, area sekitar 6.267–6.280 menjadi zona awal yang menarik diperhatikan. Jika indeks turun melewati area tersebut dengan tekanan jual besar, pasar berpotensi menguji support berikutnya.
Resistance IHSG Berada di Sekitar 6.300 hingga 6.344
Sementara untuk skenario rebound, IHSG perlu terlebih dahulu kembali melewati area psikologis 6.300. BNI Sekuritas menempatkan resistance pada 6.300–6.330, sementara MNC Sekuritas melihat area penguatan terdekat pada 6.322–6.344.
Artinya, pergerakan di sekitar 6.300–6.344 dapat menjadi indikator awal. Apabila indeks mampu menembus dan bertahan di atas area tersebut, tekanan jual jangka pendek berpeluang berkurang.
Prediksi Ihsg Hari Ini Naik Atau Turun Dipengaruhi Sentimen Global

Tekanan pasar tidak hanya datang dari dalam negeri. Perdagangan Kamis juga dipengaruhi kekhawatiran mengenai inflasi dan arah suku bunga global. Bursa Asia bergerak tertekan setelah koreksi Wall Street dan pasar Eropa.
Data aktivitas bisnis Amerika Serikat turut menjadi perhatian. Flash Composite PMI AS September tercatat naik menjadi 58,4 dari 56,0 pada Agustus, level tertinggi sejak Juli 2021. Data ekonomi yang kuat ikut memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter AS.
Pelemahan Rupiah Bisa Menjadi Sentimen Tambahan
Rupiah juga sedang menghadapi tekanan. Pada penutupan Kamis, mata uang Indonesia melemah 98 poin atau 0,55% menjadi Rp17.916 per dolar AS, dibandingkan Rp17.818 pada penutupan sebelumnya.
Pergerakan rupiah perlu dicermati karena pelemahan yang berkelanjutan dapat memengaruhi sentimen investor terhadap aset Indonesia. Namun, hubungan rupiah dan IHSG tidak selalu bergerak satu arah karena kinerja setiap sektor juga dipengaruhi faktor yang berbeda.
Saham Perbankan Menjadi Salah Satu Kunci
Empat bank besar sama-sama terkoreksi pada perdagangan sebelumnya. BMRI ditutup Rp4.070 setelah turun 2,86%, BBNI Rp3.520 setelah turun 1,95%, BBRI Rp3.140 setelah kehilangan 1,57%, dan BBCA turun 1,19% menjadi Rp6.225.
Karena saham perbankan mempunyai kapitalisasi besar, perubahan arah pada kelompok tersebut dapat membantu menentukan apakah indeks mampu melakukan rebound atau kembali berada di bawah tekanan.
Saham Konglomerasi Juga Mengalami Koreksi
Tekanan Kamis tidak terbatas pada bank. BRPT turun 3,70%, CDIA kehilangan 4,72%, CUAN melemah 2,08%, TPIA turun 2,67%, sedangkan BREN terkoreksi 0,96%.
ADRO, ADMR, dan AADI juga ditutup melemah. Luasnya koreksi tersebut menjelaskan mengapa jumlah saham yang turun jauh lebih banyak dibandingkan saham yang naik.
Dua Skenario Pergerakan IHSG Hari Ini
Dengan kondisi tersebut, ada dua skenario teknikal yang layak diperhatikan. Skenario pertama adalah koreksi lanjutan apabila IHSG tidak mampu mempertahankan area 6.267–6.280. Dalam kondisi tersebut, area 6.208–6.258 berpotensi kembali diuji berdasarkan proyeksi MNC Sekuritas.
Skenario kedua adalah technical rebound. Indeks perlu kembali menguasai 6.300 kemudian menembus area 6.322–6.344. Jika terjadi bersama perbaikan breadth pasar dan tekanan jual mereda, peluang pemulihan jangka pendek akan menjadi lebih terbuka.
Prediksi Ihsg Hari Ini Naik Atau Turun Tidak Bisa Dipastikan
Meski indikator teknikal saat ini memberikan kecenderungan korektif, tidak ada analisis yang dapat memastikan apakah IHSG akan ditutup naik atau turun. Kondisi dapat berubah selama sesi perdagangan karena arus dana asing, pergerakan rupiah, pasar regional, komoditas, hingga berita emiten.
Karena itu, istilah “rawan turun” bukan berarti IHSG pasti turun. Ini merupakan pembacaan risiko berdasarkan kondisi pasar dan proyeksi analis sebelum perdagangan berlangsung.
Level Penting IHSG Jumat 25 September 2026
Untuk mempermudah pemantauan, area 6.267–6.280 dapat diperhatikan sebagai support awal berdasarkan irisan proyeksi teknikal yang tersedia. Di bawahnya terdapat area 6.208–6.258 dan support MNC berikutnya di 6.108.
Sementara pada sisi atas, 6.300–6.344 merupakan area awal yang perlu dilewati untuk memperbaiki momentum. MNC Sekuritas mencatat resistance lebih tinggi pada 6.440 dan 6.535.
Jadi, Prediksi Ihsg Hari Ini Naik Atau Turun untuk Jumat, 25 September 2026 lebih condong pada kondisi rawan koreksi dengan peluang technical rebound. IHSG berangkat dari penutupan 6.298,61 setelah sehari sebelumnya turun tajam 1,20%. Sejumlah proyeksi analis juga masih menunjukkan potensi pengujian support di bawah posisi penutupan tersebut.
Area yang layak dipantau adalah 6.267–6.280 sebagai support awal dan sekitar 6.300–6.344 sebagai area pemulihan terdekat. Jika support bertahan dan IHSG kembali melewati 6.300, peluang rebound meningkat. Sebaliknya, penembusan support dengan tekanan jual kuat dapat membuka ruang koreksi lebih dalam menuju sekitar 6.208–6.258. Ini merupakan skenario pasar, bukan kepastian ataupun rekomendasi membeli atau menjual efek.
FAQ
Prediksi IHSG hari ini naik atau turun?
Untuk Jumat, 25 September 2026, sejumlah analisis terbaru menunjukkan IHSG masih rawan terkoreksi, meskipun peluang rebound teknikal tetap tersedia.
Berapa posisi terakhir IHSG?
IHSG ditutup pada 6.298,61 pada Kamis, 24 September 2026, turun 76,30 poin atau 1,20%.
Berapa support IHSG hari ini?
BNI Sekuritas melihat support 6.220–6.280. MNC Sekuritas mencatat support pada 6.267 dan 6.108 serta memperkirakan potensi pengujian area 6.208–6.258.
Berapa resistance IHSG hari ini?
Area terdekat berada sekitar 6.300–6.344 berdasarkan proyeksi BNI dan MNC Sekuritas. MNC juga mencatat resistance lebih tinggi pada 6.440 dan 6.535.
Apa yang membuat IHSG rawan turun?
Tekanan sebelumnya berasal antara lain dari pelemahan pasar regional, kekhawatiran terhadap inflasi dan suku bunga global, serta koreksi sejumlah saham perbankan dan saham berkapitalisasi besar.
Apakah IHSG masih bisa rebound?
Bisa. Salah satu sinyal awal yang dapat diperhatikan adalah kemampuan indeks kembali menembus dan bertahan di atas area 6.300–6.344. Namun, hal tersebut tetap perlu dikonfirmasi oleh pergerakan pasar selama sesi perdagangan.
Apakah prediksi ini merupakan rekomendasi investasi?
Tidak. Analisis ini merangkum kondisi pasar dan skenario teknikal. Keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan analisis dan toleransi risiko masing-masing investor.

